{"id":5895,"date":"2025-03-27T11:41:39","date_gmt":"2025-03-27T04:41:39","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=5895"},"modified":"2025-03-27T11:41:39","modified_gmt":"2025-03-27T04:41:39","slug":"menuju-net-zero-emission-2060-biomassa-dan-biofuel-dukung-transisi-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/menuju-net-zero-emission-2060-biomassa-dan-biofuel-dukung-transisi-energi\/","title":{"rendered":"Menuju Net Zero Emission 2060, Biomassa dan Biofuel Dukung Transisi Energi"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Tahun 2015 lalu, di Paris, Perancis, Presiden Joko Widodo mewakili Indonesia, bersama para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari seluruh Dunia, menandatangani Perjanjian Paris Untuk Perubahan Iklim.\u00a0 Kala itu, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan akan mencapai\u00a0<i>Net Zero Emission\u00a0<\/i>(NZE) pada tahun 2060, atau lebih cepat.\u00a0 Mulai saat itu, proses transisi energi dari energi berbahan baku fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT) mulai berjalan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dalam diskusi di\u00a0<i>Center for Technology &amp; Innovation Studies<\/i>\u00a0(CTIS), Rabu 14 Agustus 2024, \u00a0Dr Unggul Priyanto, Ketua Komite Energi CTIS, yang juga mantan Kepala Badan Pengkajian &amp; Penerapan Teknologi (BPPT), memaparkan tentang Prospek dan Tantangan Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan.<b>\u00a0\u00a0<\/b>Bertindak sebagai moderator, Ketua Komite Aeronautika dan Teknologi Penerbangan CTIS, Professor Anton Adibroto.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5900\" aria-describedby=\"caption-attachment-5900\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5900 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06-1024x453.jpeg\" alt=\"\" width=\"580\" height=\"257\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06-1024x453.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06-300x133.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06-768x340.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06-18x8.jpeg 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06-1200x531.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-08-19-at-05.36.06.jpeg 1511w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5900\" class=\"wp-caption-text\">diskusi di\u00a0Center for Technology &amp; Innovation Studies\u00a0(CTIS), Rabu 14 Agustus 2024, \u00a0Dr Unggul Priyanto, Ketua Komite Energi CTIS, yang juga mantan Kepala Badan Pengkajian &amp; Penerapan Teknologi (BPPT) (kelima dari kiri), memaparkan tentang Prospek dan Tantangan Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan.\u00a0\u00a0<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Menurut Unggul, yang alumnus ITB dan Kyushu University-Jepang, Indonesia memiliki potensi EBT yang besar, seperti energi hidro, panas bumi, fotovoltaik, biomassa, energi angin, biofuel, bahkan potensi energi nuklir, energi dari limbah dan energi batubara berteknologi Carbon Capture Storage (CCS).<\/p>\n<figure id=\"attachment_5896\" aria-describedby=\"caption-attachment-5896\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5896 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-pltb-sidrap-bukti-keseriusan-pemerintah-kembangkan-ebt-v0kf1cs-1.jpg\" alt=\"Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan akan mencapai\u00a0Net Zero Emission\u00a0(NZE) pada tahun 2060\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-pltb-sidrap-bukti-keseriusan-pemerintah-kembangkan-ebt-v0kf1cs-1.jpg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-pltb-sidrap-bukti-keseriusan-pemerintah-kembangkan-ebt-v0kf1cs-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-pltb-sidrap-bukti-keseriusan-pemerintah-kembangkan-ebt-v0kf1cs-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-pltb-sidrap-bukti-keseriusan-pemerintah-kembangkan-ebt-v0kf1cs-1-18x10.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5896\" class=\"wp-caption-text\">PLTB Sidrap 1 dengan kapasitas 75 MW dari total 30 turbin, listrik yang dihasilkan dapat mengaliri kurang lebih 67.000 s.d 72.000 pelanggan listrik.(Dok PLN)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Oleh sebab itu, peta jalan transisi energi menuju\u00a0<i>net zero emission Indonesia<\/i>\u00a02060 perlu disusun dan diimplementasikan.\u00a0 Tentu prioritas yang perlu dibangun adalah penerapan EBT dengan potensi besar seperti panas bumi, hidro, nuklir dan batubara CCS, kesemuanya ini mencakup 80%.\u00a0 Sedang 20% lainnya diperoleh dari energi angin, fotovoltaik, biomassa, biofuel dan kedepannya menerapkan energi hidrogen.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dalam peta jalan transisi energi ini, telah disepakati penghentian pemberian izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan baku batubara pada tahun 2030 dan sudah dimulai proses penghapusan operasionalisasi PLTU batubara secara bertahap.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dalam jangka pendek, PLTU-PLTU batubara dicampur dengan bahan baku biomassa, antara 5 \u2013 10%, melalui proses\u00a0<i>Co-firing<\/i>.\u00a0 Juga penggunaan biofuel untuk campuran BBM ditingkatkan hingga 35%, menggunakan bahan baku minyak sawit.\u00a0 Disamping itu, penggunaan mobil listrik digencarkan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Pada kurun 2031 \u2013 2035, selain meningkatkan campuran biofuel dalam BBM hingga 40% dan kendaraan listrik digunakan secara masif, maka penerapan energi hidrogen untuk transportasi mulai pula digencarkan. Saat ini sudah tersedia satu Stasiun Pengisi Bahan Bakar Gas Hidrogen di Ibukota Jakarta dan rencanakan dalam waktu dekat siap beroperasi lagi 13 Stasiun Pengisi Gas Hidrogen lainnya di wilayah Jabodetabek.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5898\" aria-describedby=\"caption-attachment-5898\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5898 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-stasiun-pengisian-hidrogen-hijau-pertama-resmi-beroperasi-1c0mef1-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"580\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-stasiun-pengisian-hidrogen-hijau-pertama-resmi-beroperasi-1c0mef1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-stasiun-pengisian-hidrogen-hijau-pertama-resmi-beroperasi-1c0mef1-300x225.jpg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-stasiun-pengisian-hidrogen-hijau-pertama-resmi-beroperasi-1c0mef1-768x576.jpg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-stasiun-pengisian-hidrogen-hijau-pertama-resmi-beroperasi-1c0mef1-16x12.jpg 16w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-stasiun-pengisian-hidrogen-hijau-pertama-resmi-beroperasi-1c0mef1.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5898\" class=\"wp-caption-text\">Stasiun Pengisian Hidrogen Hijau pertama resmi beroperasi. (dok ESDM)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Pada kurun tahun 2035 \u2013 2040, direncanakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sudah mulai beroperasi di Indonesia, diawali dengan pembangkit berkekuatan 250 MW.\u00a0 Ditargetkan, pada kurun tahun 2041 \u2013 2050 bauran energi di Indonesia sudah didominasi oleh EBT, termasuk telah tersedia energi\u00a0<i>Green Hydrogen.<\/i>\u00a0\u00a0Pada kurun tahun 2051 \u2013 2060, ditargetkan semua listrik sudah dihasilkan dari PLT EBT, dan emisi tersisa tinggal 129 juta ton CO2 saja.<\/p>\n<p class=\"p1\">Potensi tenaga air di Nusantara mulai direalisasikan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), seperti PLTA Kayan di Provinsi Kalimantan Utara dengan pembangkit sebesar 9.000 MW.<\/p>\n<p class=\"p1\">Lalu ada PLTA Mentarang di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dengan pembangkit sebesar 1.375 MW, PLTA Nunukan di Kalimantan Utara dengan pembangkit sebesar 250 MW, PLTA Bahao, 1375 MW di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, serta PLTA Mamberamo I, 6630 MW dan PLTA Mamberamo II, 995 MW, keduanya di Papua.\u00a0 Diharapkan, dengan terbangunnya PLTA-PLTA tadi, maka kawasan kawasan industri baru akan muncul di Indonesia Bagian Timur.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dalam tahapan transisi energi menuju EBT ini, Unggul menyampaikan saran dan harapan, kiranya industri pembangkit listrik tenaga surya, baterai listrik dan panel fotovoltaik di dalam negeri agar bisa segera dibangun sehingga kandungan lokal pada produk-produk EBT listrik surya di tanah air ini bisa semakin meningkat.<\/p>\n<p class=\"p1\">Ia juga mengharapkan kiranya penerapan energi nuklir agar diberikan porsi lebih besar dengan dukungan teknologi PLTN mutakhir, mengingat hingga saat ini harga listrik produk PLTN adalah yang paling murah dibanding dengan Pembangkit Listrik Pembangkit Listrik dengan bahan baku EBT lainnya.\u00a0<b>***<\/b><\/p>\n<p>sumber : https:\/\/agroindonesia.co.id\/menuju-net-zero-emission-2060-biomassa-dan-biofuel-dukung-transisi-energi\/<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun 2015 lalu, di Paris, Perancis, Presiden Joko Widodo mewakili Indonesia, bersama para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari seluruh Dunia, menandatangani Perjanjian Paris Untuk Perubahan Iklim.\u00a0 Kala itu, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan akan mencapai\u00a0Net Zero Emission\u00a0(NZE) pada tahun 2060, atau lebih cepat.\u00a0 Mulai saat itu, proses transisi energi dari [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,31,131],"class_list":["post-5895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-energi-baru-terbarukan","tag-net-zero-emission"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/d37c419c-e068-404d-8cb8-207ccc4ea3d1-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5895"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5901,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5895\/revisions\/5901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}