{"id":5928,"date":"2025-03-29T07:51:33","date_gmt":"2025-03-29T00:51:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=5928"},"modified":"2025-03-29T07:51:33","modified_gmt":"2025-03-29T00:51:33","slug":"ketahui-sangkuriang-sakti-target-indonesia-tangguh-bencana-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/ketahui-sangkuriang-sakti-target-indonesia-tangguh-bencana-2045\/","title":{"rendered":"Ketahui \u2018Sangkuriang Sakti\u2019, Target Indonesia Tangguh Bencana 2045"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><b>T<\/b>ahun 2024 ini merupakan peringatan 20 tahun terjadinya \u00a0bencana tsunami terbesar di Samudera Hindia, tepatnya pada 26 Desember 2004.\u00a0 Tsunami yang dipicu gempa\u00a0 sesar aktif di dasar laut Pantai Barat Sumatera, berkekuatan 9,1 Skala Richter,\u00a0 menerjang wilayah daratan Aceh dan dampaknya hingga Thailand, Bangladesh, bahkan sampai Madagaskar di Afrika Timur. Diperkirakan, bencana tsunami tadi\u00a0 menelan korban lebih dari \u00a0230.000 jiwa.<\/p>\n<p class=\"p2\">Selama 20 tahun terakhir, telah banyak upaya dilaksanakan Pemerintah dan masyarakat untuk memitigasi dan mempersiapkan diri bila bencana sebesar itu kembali muncul.\u00a0 Indonesia terus meningkatkan kemampuan tangguh bencananya\u00a0<i>(disaster ressilience)<\/i>\u00a0agar bisa mengurangi resiko bencana hingga seminimal mungkin.\u00a0 Para ahli menskenariokannya menggunakan metoda\u00a0 delphi dan\u00a0<i>scenario planning<\/i>, untuk memproyeksikan Indonesia sebagai Negara Tangguh Bencana pada tahun 2045.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5929\" aria-describedby=\"caption-attachment-5929\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5929 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-01-14-at-22.54.32-696x313-1.jpeg\" alt=\"Sangkuriang Sakti, semua aspek teknologi dan sosial berkumpul memberikan solusi penanganan bencana. Inilah sasaran Indonesia Tangguh Bencana 2045, \" width=\"696\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-01-14-at-22.54.32-696x313-1.jpeg 696w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-01-14-at-22.54.32-696x313-1-300x135.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2024-01-14-at-22.54.32-696x313-1-18x8.jpeg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5929\" class=\"wp-caption-text\">Kanan ke Kiri) Onny B.Bintoro MBA, Dr.Idwan Soehardi dan Dr.Agustan pada Diskusi TASDA Untuk Teknologi Kebencanaan, di CTIS Jakarta, 10 Januari 2024.<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p2\">Hasil kajian para ahli dalam bentuk\u00a0\u00a0<i>Trend Assessment and Scenario Development Analysis<\/i>\u00a0(TASDA) untuk tangguh bencana 2045 dipaparkan oleh Onny Bintoro MBA, anggota\u00a0<i>Institute of Electronic &amp; Electrical Engineering<\/i>\u00a0(IEEE) USA \u00a0dan Dr. Agustan, Ketua Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) pada diskusi Center for Technology &amp; Innovation Studies (CTIS), yang di pandu Dr. Idwan Soehardi, Ketua Komite Kebencanaan CTIS, Rabu 10 Januari 2024.<\/p>\n<p class=\"p2\">Pertama yang digarap didalam TASDA adalah menerapkan metoda Delphi\u00a0 guna memperoleh topik topik isu terkait dengan kebencanaan dan kondisi yang mungkin terjadi hingga beberapa tahun ke depan.<\/p>\n<p class=\"p2\">Setelah konsensus tentang topik dicapai, maka masuk pada tahapan TASDA berikutnya yaitu menyusun Skenario Perencanaan\u00a0<i>(Scenario Planning)<\/i>\u00a0dengan membuat grafik garis X horisontal yang merepersentasikan \u201cTeknologi\u201d, garis Y vertikal yang merepresentasikan \u201cSosial\u201d, sehingga lewat kedua garis tadi terbagilah empat kwadran. \u00a0Yaitu kwadran I di kiri atas, kwadran II di kanan atas, kwadran III di kiri bawah dan kwadran IV di kanan bawah.<\/p>\n<p class=\"p2\">Sumbu persilangan garis X dan Y merepresentasikan kondisi tangguh bencana saat ini, sedang kondisi pada kwadran terluar merepresentasikan kondisi ketangguhan bencana Indonesia pada tahun 2045. Semua isu kebencanaan yang diperoleh dari hasil metoda Delphi diperbandingkan berkaitan dengan aspek \u201cTeknologi\u201d dan aspek \u201cSosial\u201d nya.\u00a0 Dr. Agustan kemudian memasukan semua aspek \u201cSosial\u201d dan aspek \u201cTeknologi\u201d ke dalam empat kwadran tadi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5930\" aria-describedby=\"caption-attachment-5930\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5930 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/18128862_605.jpg\" alt=\"Sangkuriang Sakti, sebuah metode semua aspek teknologi dan sosial berkumpul untuk memberikan solusi penanganan bencana tsunami\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/18128862_605.jpg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/18128862_605-300x169.jpg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/18128862_605-768x432.jpg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/18128862_605-18x10.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5930\" class=\"wp-caption-text\">Tsunami di Aceh 26 Desember 2004 yang menyapu bersih bangunan dan tersisa satu masjid. (Dok BNPB)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p2\">Empat jenis bencana yang dikaji adalah bencana hidrometerologi, bencana\u00a0 geologi, bencana lingkungan dan bencana gagal teknologi. Sedang teknologi yang dimasukkan kedalam kwadran mencakup: teknologi pangan, teknologi energi, teknologi material, Internet of\u00a0 Things (IoT), Big Data Analysis, Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing dan Pengembangan Sumberdaya Manusia.<\/p>\n<p class=\"p2\">Berbagai analisis dan perhitungan TASDA menghasilkan empat kesimpulan, yaitu: 1) \u201cSangkuriang Pasrah\u201d, dimana semua aspek sosial dan teknologi terhimpun di kwadran III, artinya baik dari aspek sosial maupun aspek teknologi Indonesia sangat rentan terhadap kebencanaan, 2) \u201cSangkuriang Lesu\u201d, dimana semua aspek sosial dan teknologi terhimpun di Kwadran IV, artinya Indonesia sudah menguasai aspek teknologi penanggulangan bencana namun belum tersosialisasikan kepada masyarakat.<\/p>\n<p class=\"p2\">3) \u201cSangkuriang Gaptek\u201d, artinya semua aspek sosial dan aspek teknologi berkumpul di Kwadran I, yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah sangat sadar akan bencana, namun lemah dalam penguasaan teknologinya. Ini tugas para ilmuwan dan teknolog untuk bekerja lebih keras.<\/p>\n<p class=\"p2\">Sedang kesimpulan\u00a0 keempat adalah Sangkuriang Sakti, dimana semua aspek teknologi dan sosial berkumpul di Kwadran IV.\u00a0 Inilah sasaran Indonesia Tangguh Bencana 2045, memperlihatkan masyarakat yang sangat sadar, terdidik dan terlatih menangani bencana secara baik, didukung iptek yang mutakhir.<\/p>\n<p class=\"p2\">Melalui TASDA maka berbagai simulasi perencanaan kedepan perlu disusun, termasuk pengembangan sumberdaya manusianya, dari menyusun kurikulum pendidikan tangguh bencana dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah, hingga penyusunan kurikulum dan bidang bidang jurusan di perguruan tinggi yang berkaitan dengan kebencanaan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5931\" aria-describedby=\"caption-attachment-5931\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5931 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/4241011453-1024x683.jpg\" alt=\"Sangkuriang Sakti menjadi pola metode penanganan bencana melibatkan teknologi dan sosial\" width=\"580\" height=\"387\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/4241011453-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/4241011453-300x200.jpg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/4241011453-768x512.jpg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/4241011453-18x12.jpg 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/4241011453.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5931\" class=\"wp-caption-text\">Relawan kebencanaan mengevakuasi korban gempa tsunami di Palu. (Dok BNPB)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p2\">Ke depan, CTIS sepakat untuk turut mensosialisasikan beragam iptek kebencanaan tadi, menyodorkan kajian TASDA, termasuk memanfaatkan wahana Podcast CTIS, mensukseskan Pameran Kebencanaan Internasional yang akan digelar pada September 2024, serta turut mensukseskan Peringatan 20 Tahun Bencana Tsunami pada 26 Desember 2024. ***<\/p>\n<p>Sumber: https:\/\/agroindonesia.co.id\/ketahui-sangkuriang-sakti-target-indonesia-tangguh-bencana-2045\/<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun 2024 ini merupakan peringatan 20 tahun terjadinya \u00a0bencana tsunami terbesar di Samudera Hindia, tepatnya pada 26 Desember 2004.\u00a0 Tsunami yang dipicu gempa\u00a0 sesar aktif di dasar laut Pantai Barat Sumatera, berkekuatan 9,1 Skala Richter,\u00a0 menerjang wilayah daratan Aceh dan dampaknya hingga Thailand, Bangladesh, bahkan sampai Madagaskar di Afrika Timur. Diperkirakan, bencana tsunami tadi\u00a0 menelan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[147,39,146,66,145],"class_list":["post-5928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-bencana-tsunami","tag-ctis","tag-indonesi-tangguh-bencana","tag-mitigasi-bencana","tag-sangkuriang-sakti"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tsunami-AcehMAsjid-Raya.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5933,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5928\/revisions\/5933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}