{"id":5954,"date":"2025-03-30T11:29:16","date_gmt":"2025-03-30T04:29:16","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=5954"},"modified":"2025-03-30T11:31:18","modified_gmt":"2025-03-30T04:31:18","slug":"ctis-bahas-potensi-plts-terapung-solusi-energi-hijau-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/ctis-bahas-potensi-plts-terapung-solusi-energi-hijau-di-indonesia\/","title":{"rendered":"CTIS Bahas Potensi PLTS Terapung, Solusi Energi Hijau di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Indonesia telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS-Terapung) di Danau Waduk Cirata, Jawa Barat dengan kapasitas 192 Mega Watt (MW). PLTS-Terapung di Danau Waduk Cirata merupakan PLTS-Terapung terbesar di Asia Tenggara.\u00a0\u00a0 Sebagai negara tropis yang kaya energi matahari, PLTS Terapung di danau-danau, waduk-waduk dan di lepas pantai bisa memecahkan salah satu kendala\u00a0 pembangunan \u00a0PLTS, yaitu ketidak-tersediaan \u00a0lahan.\u00a0 Percepatan pembangunan PLTS perlu didorong mengingat saat ini Dunia semakin mengarah ke energi hijau dan mulai meninggalkan energi fosil.\u00a0 Demikian disampaikan Pendiri Solar Duck-Belanda, Olaf\u00a0 de Swart, pada Diskusi Center for Technology and Innovation Studies (CTIS) berjudul:\u201d Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Lepas Pantai\u201d, awal April 2024 lalu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5955\" aria-describedby=\"caption-attachment-5955\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5955 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334-1024x579.webp\" alt=\"Indonesia telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS-Terapung) \" width=\"580\" height=\"328\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334-1024x579.webp 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334-300x170.webp 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334-768x434.webp 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334-18x10.webp 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334-1200x678.webp 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/1719228308-24602334.webp 1290w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5955\" class=\"wp-caption-text\">Para periset di Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi (PRKKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung mobile pertama di Indonesia. (dok BRIN)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Dalam Diskusi yang dipandu Ketua Komite Energi CTIS, Dr.Unggul Priyanto, yang juga Mantan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Olaf menyampaikan bahwa setelah Indonesia berhasil membangun PLTS Terapung di Danau Waduk Cirata, maka terbuka lebar potensi pembangunan PLTS Terapung di danau dan waduk di seluruh Indonesia.\u00a0 Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki garis pantai sepanjang 82 ribu kilometer, berarti pembangunan PLTS Terapung di lepas pantai Nusantara juga sangat layak dan tidak ada kendala ketersediaan lahan untuk memasang panel panel sel surya (Fotofoltaik) pembangkit listrik.\u00a0\u00a0 Menurut Olaf, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk membangun PLTS Terapung, baik di danau, waduk maupun di lepas pantai. Diantaranya adalah tinggi gelombang maksimum yang tidak boleh melebihi 1 meter \u00a0pada PLTS di Danau, atau tidak boleh melebihi 2 meter di lepas pantai.\u00a0 Kemudian kecepatan angin hanya boleh berkisar pada 30 meter\/detik saja. Di samping itu, jarak lokasi PLTS\u00a0 dengan jaringan listrik \u00a0PLN tidak boleh lebih dari 50 Km.\u00a0 Untuk PLTS di lepas pantai, harus digunakan material yang anti korosi.<\/p>\n<p class=\"p1\">Menurut Olaf, agar effisien dan ekonomis, PLTS Terapung yang dibangun minimal harus membangkitkan 100 MW listrik.\u00a0 Hal ini memang ini dilematis karena daerah berpenduduk padat dan perlu pasokan listrik besar biasanya tidak memiliki lahan.\u00a0 Walaupun demikian, PLTS terapung tetap lebih ekonomis dibandingkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mengkonsumsi minyak solar.\u00a0 Pada tahun 2025, Indonesia mentargetkan penggunaan PLTS sebesar 6500 MW atau 6,5 Giga Watt (GW). Saat ini, PLTS di Indonesia baru bisa membangkitkan sekitar 450 MW saja.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5956\" aria-describedby=\"caption-attachment-5956\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5956 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0-1024x576.jpeg\" alt=\"Indonesia telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS-Terapung)\" width=\"580\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0-18x10.jpeg 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0-1200x675.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/arsip-berita-kementerian-pupr-beri-lampu-hijau-optimalisasi-plts-terapung-di-permukaan-waduk-zwb5vp0.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5956\" class=\"wp-caption-text\">Optimalisasi PLTS Terapung di Permukaan Waduk. (Dok ESDM)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Sementara negara tetangga, Vietnam, sudah menggunakan PLTS sebesar 5500 MW, atau 5,5 GW.\u00a0 Indonesia masih tertinggal jauh.\u00a0 Oleh sebab itu, mulai dikaji pembangunan PLTS dan PLTS terapung di Jawa, di Pulau Komodo dan di Pulau Batam.\u00a0 Untuk Pulau Batam, diproyeksikan pembangunan PLTS terapung sebesar 2000 MW atau 2 GW untuk memasok listrik ke Singapura.\u00a0\u00a0 Diharapkan pula, industri-industri smelter mineral bauksit-aluminium dan nikel bisa mengganti pembangkit listriknya dari PLTD ke PLTS.\u00a0 Upaya sebuah industri kehutanan terintegrasi di Pulau Mangole, Maluku\u00a0 Utara, yang memproduksi panel kayu dan pellet kayu menggunakan pembangkit PLTS perlu dicontoh dan direplikasi ke wilayah lain.<\/p>\n<p class=\"p1\">Pembangunan PLTS terapung di tanah air terus digencarkan.\u00a0 Menurut Kepala Balai Besar dan Survey Tenaga Energi Listrik Baru, Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian ESDM, \u00a0Ir. Senda Hurmuzan, saat ini tengah disiapkan pembangunan PLTS Terapung di Danau Singkarak dengan kapasitas 90 MW, lalu di waduk Saguling kapasitas 60 MW, di Lampung 100 MW, dan di Kalimantan Barat dengan kapasitas 50 MW. Senda, yang juga mantan Perekayasa BPPT itu, menerangkan bahwa danau di beberapa waduk sedang disiapkan pula sebagai lokasi pembangunan PLTS, seperti di Waduk Gajah Mungkur kapasitas 200 MW, Waduk Jatiluhur 100 MW dan Waduk Karang Kates 122 MW.\u00a0 Harga listrik yang dihasilkan dari PLTS terapung\u00a0 tadi ada pada kisaran 3 sen US Dollar hingga 5.6 sen US Dollar.\u00a0 Berarti cukup layak dan ekonomis.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dewan Pengawas CTIS, Profesor Indroyono Soesilo mengingatkan kiranya potensi pasar\u00a0 PLTS dan PLTS terapung yang besar di Indonesia ini harus bisa membangkitkan industri PLTS di tanah air.\u00a0 Industri PLTS harus tumbuh dan berkembang, tidak hanya pada penguasaan teknologi membangun PLTS dan penguasaan industri perakitan panel surya semata, namun harus bisa menguasai industri sel surya silikon kristalin,\u00a0 menguasai industri pembuatan ingot kristal silikon dan wafer silikon, hingga penguasaan teknologi pemurnian silika.\u00a0 Ini merupakan tantangan\u00a0 bagi proses alih teknologi, peningkatan kandungan lokal,\u00a0 sekaligus dapat membuka lapangan kerja yang besar di tanah air. ***<\/p>\n<p>Sumber : https:\/\/seputarcibubur.pikiran-rakyat.com\/ekonomi-bisnis\/pr-1787960016\/ctis-bahas-potensi-plts-terapung-solusi-energi-hijau-di-indonesia?page=all<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS-Terapung) di Danau Waduk Cirata, Jawa Barat dengan kapasitas 192 Mega Watt (MW). PLTS-Terapung di Danau Waduk Cirata merupakan PLTS-Terapung terbesar di Asia Tenggara.\u00a0\u00a0 Sebagai negara tropis yang kaya energi matahari, PLTS Terapung di danau-danau, waduk-waduk dan di lepas pantai bisa memecahkan salah satu kendala\u00a0 pembangunan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,31,157,158],"class_list":["post-5954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-energi-baru-terbarukan","tag-pembangkit-listrik-tenaga-surya-terapung-plts-terapung","tag-plts-terapung"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/plts_cirata_1-scaled.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5954"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5960,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5954\/revisions\/5960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}