{"id":5969,"date":"2025-04-02T09:19:45","date_gmt":"2025-04-02T02:19:45","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=5969"},"modified":"2025-04-02T09:33:40","modified_gmt":"2025-04-02T02:33:40","slug":"konvergensi-infrastruktur-telekomunikasi-satelit-dan-terestris-kesempatan-bagi-ahli-ahli-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/konvergensi-infrastruktur-telekomunikasi-satelit-dan-terestris-kesempatan-bagi-ahli-ahli-indonesia\/","title":{"rendered":"Konvergensi Infrastruktur Telekomunikasi Satelit dan Terestris, Kesempatan Bagi Ahli-ahli Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Begitu dunia memasuki sistem teknologi internet generasi kelima atau 5G, maka konvergensi konektivitas sistem komunikasi satelit dan sistem komunikasi terestris di Bumi akan terjadi. Hal itu akan menjadikan seluruh infrastruktur sistem \u00a0komunikasi satelit \u00a0dan sistem komunikasi terestris di bumi dapat dimanfaatkan secara optimal, saling mendukung, melengkapi dan semakin effisien.<\/p>\n<p class=\"p1\">Pemanfaatannya lebih pada aplikasi sesuai proritas, seperti sistem informasi cuaca, sistem informasi geografis, sistem informasi digital, sistem komunikasi kuantum, Artificial Intelligence hingga Internet of Things (IoT).\u00a0 Ahli-ahli Indonesia juga bisa terlibat pada perkembangan teknologi ini mengingat orang Indonesia dikenal memiliki nilai kreativitas yang tinggi.<\/p>\n<p class=\"p1\">Demikian kesimpulan Diskusi Center For Technology &amp; Innovation Studies (CTIS), Rabu 12 Juni 2024, yang mengambil topik: Satellite In Converging Infrastructure\u201d.\u00a0 Berbicara pada Diskusi CTIS ini, Dr Anggoro K. Widiawan, Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) yang juga Doktor Alumnus Universitas Surrey, Inggris.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5970\" aria-describedby=\"caption-attachment-5970\" style=\"width: 703px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5970 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/1603292782.webp\" alt=\"dunia memasuki sistem teknologi internet generasi kelima atau 5G, maka konvergensi konektivitas sistem komunikasi satelit dan sistem komunikasi terestris di Bumi akan terjadi\" width=\"703\" height=\"527\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/1603292782.webp 703w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/1603292782-300x225.webp 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/1603292782-16x12.webp 16w\" sizes=\"auto, (max-width: 703px) 100vw, 703px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5970\" class=\"wp-caption-text\">Dr Anggoro K. Widiawan (Depan No.4 dari Kiri) Pada Diskusi Center for Technology &amp; Innovation Studies, Rabu 12 Juni 2024. \/CTIS\/<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Bertindak sebagai moderator, Dr Agustan, Ketua Komite Teknologi Penginderaan Jauh CTIS, yang juga Ketua Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN).\u00a0 Menurut Anggoro teknologi satelit akan selalu menjadi penjuru di depan dan selalu mampu membuat terobosan teknologi.\u00a0 Ia menyampaikan pula, sejak awal penerapan satelit komunikasi di dunia, maka Indonesia juga selalu tampil di depan.\u00a0 Satelit komunikasi pertama bernama Comsat, beroperasi tahun 1965 dan hanya dalam tempo satu dekade, pada 1976, Indonesia sudah meluncurkan Satelit Palapa A-1 \u00a0untuk menghubungkan\u00a0 jaringan komunikasi pulau-pulau Nusantara.<\/p>\n<p class=\"p1\">Perkembangan teknologi serat optik pada awal dekade 1980-an telah memacu sangat cepat sistem konektivitas telekomunikasi terestris di bumi \u00a0dan meninggalkan sistem konektivitas telekomunikasi satelit.\u00a0 Anggoro menyatakan bahwa saat ini pangsa sistem konektivitas satelit komunikasi tinggal 4%, sedang sistem komunikasi terestris di Bumi mencapai 96%.\u00a0 Diprakirakan, penggunaan sistem konektivitas satelit komunikasi akan meningkat lagi dengan beroperasinya ribuan satelit internet di orbit rendah (Low Earth Orbit \u2013 LEO) seperti Starlink.<\/p>\n<p class=\"p1\">Data dari \u00a0Kementerian Kominfo (2023) memperlihatkan bahwa \u00a0infrastruktur telekomunikasi di Indonesia sudah lengkap terbangun.\u00a0 Saat ini beroperasi \u00a0610.581 Base Transceiver Stations (BTS), 835 ribu Kilometer Kabel Serat Optik, 10 satelit komunikasi aktif dan ada 221.5 juta pengguna internet, atau sekitar 76% Penduduk Indonesia.\u00a0 Jaringan Komunikasi Palapa Ring juga sudah selesai dibangun pada tahun 2019 lalu.\u00a0 Kehadiran infrastruktur komunikasi yang sudah lengkap di Indonesia ini tentu akan menjadikan sistem konektivitas komunikasi semakin handal dan semakin efisien.<\/p>\n<p class=\"p1\">Oleh sebab itu, Indonesia perlu bergerak ke arah penerapan teknologi internet yang lebih maju, seperti jasa internet untuk sistem komunikasi generasi kelima atau 5G, bahkan bersiap merintis ke sistem komunikasi generasi keenam, yaitu 6G. Menurut Anggoro, inilah kesempatan bagi ahli-ahli Indonesia untuk terjun ke bidang bidang seperti Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of\u00a0 Things (IoT), Quantum Communication,\u00a0 Quantum Sensing, sistem informasi geografis, sistem informasi digital hingga office automation, factory automation, mobil tanpa pengemudi, sistem transportasi logistik menggunakan pesawat nir-awak (Drone) dan masih banyak lagi kerja kreativitas lainnya.<\/p>\n<p class=\"p1\">Memang, untuk daerah\u00a0 Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) penerapan sistem komunikasi satelit lebih cocok, tapi untuk daerah perkotaan, di dalam mall, gedung, hanggar serta di pabrik pabrik, maka sistem infrastruktur komunikasi terestris lebih di depan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-5971 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/preview_1694908590_9194094.webp\" alt=\"dunia memasuki sistem teknologi internet generasi kelima atau 5G, maka konvergensi konektivitas sistem komunikasi satelit dan sistem komunikasi terestris di Bumi akan terjadi\" width=\"600\" height=\"397\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/preview_1694908590_9194094.webp 600w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/preview_1694908590_9194094-300x199.webp 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/preview_1694908590_9194094-18x12.webp 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\">Di luar itu semua, yang lebih utama adalah pengembangan teknologi informasi mutakhir dengan memanfaatkan sistem komunikasi 5G bahkan 6G yang disediakan infrastruktur satelit komunikasi dan infrastruktur komunikasi terestris.\u00a0 Disinilah konvergensi akan terjadi dan disini pula Indonesia bisa terlibat aktif.\u00a0 Tinggal dibuat pembagian tugas, Pemerintah yang menyusun Peta Jalan Industri Komunikasi dan Informatika, sedang penerapannya dalam IoT, AI, digital communication\u00a0 dan lain-lain, digarap oleh para ahli di lembaga lembaga riset, di universitas unversitas dan di industri industri melalui penerapan program program prioritas yang sudah digariskan oleh Peta Jalan tadi. ***<\/p>\n<p>Sumber : https:\/\/seputarcibubur.pikiran-rakyat.com\/teknologi\/pr-1788222201\/konvergensi-infrastruktur-telekomunikasi-satelit-dan-terestris-kesempatan-bagi-ahli-ahli-indonesia?page=all<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begitu dunia memasuki sistem teknologi internet generasi kelima atau 5G, maka konvergensi konektivitas sistem komunikasi satelit dan sistem komunikasi terestris di Bumi akan terjadi. Hal itu akan menjadikan seluruh infrastruktur sistem \u00a0komunikasi satelit \u00a0dan sistem komunikasi terestris di bumi dapat dimanfaatkan secara optimal, saling mendukung, melengkapi dan semakin effisien. Pemanfaatannya lebih pada aplikasi sesuai proritas, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5972,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,163,164,161,162],"class_list":["post-5969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-konvergensi-infrastruktur-telekomunikasi","tag-teknologi-komunikasi","tag-telekomunikasi-satelit","tag-terestris"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/20190803082752-2019-08-03n_news_content082412.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5969"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5979,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5969\/revisions\/5979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}