{"id":5980,"date":"2025-04-03T09:19:22","date_gmt":"2025-04-03T02:19:22","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=5980"},"modified":"2025-04-03T09:19:22","modified_gmt":"2025-04-03T02:19:22","slug":"vela-alpha-pesawat-listrik-karya-insinyur-indonesia-yang-rendah-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/vela-alpha-pesawat-listrik-karya-insinyur-indonesia-yang-rendah-karbon\/","title":{"rendered":"Vela-Alpha: Pesawat Listrik Karya Insinyur Indonesia yang Rendah Karbon"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">PT Vela Prima Nusantara merancang bangun pesawat sebuah pesawat transport Advanced Air Mobility (AAM) bertenaga listrik bernama VELA-Alpha yang rendah karbon.<\/p>\n<p class=\"p1\">Rancang bangun VELA-Alpha dipaparkan kepada hadapan para anggota Center for Technology &amp; Innovation Studies (CTIS) oleh Chief Engineer Vela Prima Nusantara, Ilman Pamungkas, Rabu\u00a0 22 Januari 2025.<\/p>\n<p class=\"p1\">VELA-Alpha dirancang oleh sepuluh insinyur muda Indonesia. Ini adalah pesawat Advanced Air Mobility (AAM) bertenaga listrik, yang bisa beroperasi seperti helikopter dan mampu mengangkut 1 Pilot dan 6 penumpang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5981\" aria-describedby=\"caption-attachment-5981\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5981 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-1024x496.png\" alt=\"PT Vela Prima Nusantara merancang bangun pesawat sebuah pesawat transport Advanced Air Mobility (AAM) bertenaga listrik bernama VELA-Alpha yang rendah karbon.\" width=\"580\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-1024x496.png 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-300x145.png 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-768x372.png 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-18x9.png 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-1200x581.png 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1.png 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5981\" class=\"wp-caption-text\">pesawat rendah karbon Vela Alpha. (dok Vela Alpha)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Menurut Ilman Pamungkas AAM masuk sebagai kategori pesawat mobil udara berteknologi maju untuk transportasi\u00a0 di wilayah urban dan wilayah regional.<\/p>\n<p class=\"p1\">Kajian potensi pasar pesawat AAM memperlihatkan bahwa pada tahun 2030, Dunia membutuhkan sekitar 7000 pesawat AAM. Separuh diantaranya untuk wilayah Asia Pasifik.<\/p>\n<p class=\"p1\">Kebutuhan pesawat jenis AAM ini akan meningkat terus menjadi 47.000 di tahun 2040, dimana 24.000\u00a0 pesawat diantaranya akan beroperasi di wilayah Asia Pasifik.\u00a0 Sudah pasti, negara kepulauan seperti Indonesia akan membutuhkan banyak pesawat jenis ini.<\/p>\n<p class=\"p1\">Oleh sebab itu, tahap pertama yang mereka bangun adalah pesawat untuk taksi udara wilayah urban dengan radius jangkauan sekitar 100 kilometer, cocok untuk angkutan antar-kota, untuk transportasi dari pusat kota ke bandara, untuk evakuasi medis, juga untuk pariwisata.<\/p>\n<p class=\"p1\">Hasil kajian awal, transportasi menggunakan kendaraan taksi dari pusat kota Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan waktu 60 hingga 90 menit, karena kemacetan lalu lintasnya, sedang dengan pesawat VELA-Alpha hanya membutuhkan waktu 8 menit saja.<\/p>\n<p class=\"p1\">Ilman juga menjelaskan bahwa pesawat VELA-Alpha bertenaga listrik, berarti skala kebisingan akan turun dan mengurangi emisi karbon. Juga berkemampuan Vertical Take Off &amp; Landing (VTOL), sehingga tidak memerlukan landasan pacu.<\/p>\n<p class=\"p1\">Di samping itu, lewat perkembangan teknologi digital saat ini maka VELA-Alpha bisa bermitra dengan sistem transportasi darat lewat program \u201cRide-Sharing\u201d, atau menumpang bersama.<\/p>\n<p class=\"p3\">Markas Vela Prima Nusantara berada di dalam kompleks Pabrik Pesawat Terbang Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung. Di sanalah kegiatan rancang-bangun pesawat digelar.\u00a0 Direncanakan, kegiatan produksi pesawat VELA-Alpha akan dilaksanakan di fasilitas PT DI.<\/p>\n<p class=\"p3\">Sementara uji terowongan angin pada model pesawat telah dilaksanakan di Laboratorium Aeordinamika, Gas dan Getaran (LAGG) di Puspiptek Serpong, Jawa Barat.\u00a0 Untuk Uji-Simulasi dilaksanakan di Laboratorium Vela Prima Nusantara sendiri.<\/p>\n<p class=\"p3\">Ilman dan group insinyur muda Indonesia ini mentargetkan bahwa Desain Rekayasa Rinci (Detailed Engineering Design) sudah bisa selesai pada\u00a0 tahun 2025 ini.\u00a0 Sedang terbang perdana diharapkan akan berlangsung tahun 2026 dan sertifikasi pesawat akan selesai pada tahun 2027, siap memasuki tahapan produksi.<\/p>\n<p class=\"p3\">Telah dijalin kerja sama dengan industri-industri pesawat terbang dunia untuk pengadaan baling baling, motor listrik, material komposit, baterai listrik, roda pendarat, struktur pesawat, kontrol pesawat dan avionic, untuk membangun VELA-Alpha sesuai Desain Rekayasa Rinci para Insinyur Indonesia.<\/p>\n<p class=\"p3\">Saat tampil pada Singapore Air Show 2024 lalu, telah terhimpun minat awal dari para kostumer untuk membeli pesawat VELA-Alpha sebanyak 120 unit. ***<\/p>\n<p>sumber : https:\/\/ecobiz.asia\/article\/vela-alpha-pesawat-listrik-karya-insinyur-indonesia-yang-rendah-karbon<\/p>\n<p class=\"p3\">","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Vela Prima Nusantara merancang bangun pesawat sebuah pesawat transport Advanced Air Mobility (AAM) bertenaga listrik bernama VELA-Alpha yang rendah karbon. Rancang bangun VELA-Alpha dipaparkan kepada hadapan para anggota Center for Technology &amp; Innovation Studies (CTIS) oleh Chief Engineer Vela Prima Nusantara, Ilman Pamungkas, Rabu\u00a0 22 Januari 2025. VELA-Alpha dirancang oleh sepuluh insinyur muda Indonesia. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5982,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,167,168,169],"class_list":["post-5980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-pesawat-rendah-karbon","tag-pesawat-transport-advanced-air-mobility","tag-vela-alpha"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/eVTOL_-1-1.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5983,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5980\/revisions\/5983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}