{"id":6070,"date":"2025-04-23T13:41:28","date_gmt":"2025-04-23T06:41:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=6070"},"modified":"2025-04-23T13:44:27","modified_gmt":"2025-04-23T06:44:27","slug":"mencerdaskan-masyarakat-perdesaan-dengan-teknologi-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/mencerdaskan-masyarakat-perdesaan-dengan-teknologi-ai\/","title":{"rendered":"Mencerdaskan Masyarakat Perdesaan Dengan Teknologi AI"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Perkembangan teknologi digital semakin canggih dan bisa dimaksimalkan untuk bisa membantu masyarakat kelas bawah di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dalam diskusi CTIS, Rabu (23\/4) mengangkat tema Utilizing CTIS Open Knowledge Repository (CTIS-OKR) for low income communities in Indonesia dengan menghadirkan Brigjen Pur Dr Paulus Prananto Msc, Advisory Board Member Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.<\/p>\n<p class=\"p1\">Paulus Prananto memaparkan bahwa rendahnya minat baca masyarakat di perpustakaan maupun di ruang-ruang baca<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>bisa diantisipasi dengan teknologi digital.<\/p>\n<p class=\"p1\">Perkembangan AI di era digital sangat memungkinkan masyarakat kelas manapun bisa belajar ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dalam diskusi itu Paulus Prananto memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yaitu pertama Perplexity AI dan AI Chat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_6071\" aria-describedby=\"caption-attachment-6071\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6071 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-1024x768.jpeg\" alt=\"Perkembangan teknologi digital semakin canggih dan bisa dimaksimalkan untuk bisa membantu masyarakat kelas bawah di Indonesia. \" width=\"580\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-16x12.jpeg 16w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1-1200x900.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.09-1.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6071\" class=\"wp-caption-text\">Brigjen Pur Dr Paulus Prananto Msc, Advisory Board Member Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (berbaju putih) saat memaparkan tentang Utilizing CTIS Open Knowledge Repository (CTIS-OKR) for low income communities in Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">Kedua adalah Open Knowledge Map, ketiga Google NotebookLM,<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>dan keempat Open Knowledge map.<\/p>\n<p class=\"p1\">Empat perangkat lunak ini ia gunakan untuk mencari, meringkas dan memberikan masukan tentang laporan hasil riset dan penelitoian yang kemudian dikembangkan dalam satu knowledge base.<\/p>\n<p class=\"p1\">\u201cKegiatan ini sudah saya tekuni sejak 2010 sampai sekarang dan telah menghasilkan sekitar 500 ribu e-book,\u201d kata Paulus Prananto.<\/p>\n<p class=\"p1\">E-book yang dihasilkan sangat dipahami oleh publik mulai dari pertanian, kesehatan wirausaha, pendidikan dan lainnya.<\/p>\n<p class=\"p3\">Prananto mengatakan bahwa di era digital yang penuh dengan miliaran data<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>tersebar di seluruh dunia bisa dimanfaatkan dengan Perplexity AI.<\/p>\n<p class=\"p3\">Perplexity AI adalah platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk memberikan hasil pencarian yang efisien dan mendalam.<\/p>\n<p class=\"p3\">Platform ini dilengkapi dengan fitur interaktif yang mendukung pencarian berbasis konteks, yang sangat relevan dalam pembelajaran literatur.<\/p>\n<p class=\"p3\">Tetapi tidak hanya mencari dan merangkum, menurut Pranoto bahwa dengan penelusuran mendalam dan kritis menjadi lebih mudah.<\/p>\n<p class=\"p3\">\u201cKarena pengguna dapat dengan cepat menemukan informasi baru berdasarkan konteks tertentu,\u201d terangnya.<\/p>\n<p class=\"p3\">Sisi menarik dari teknologi ini saat dilakukan ujicoba pencarian dalam diskusi tersebut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6072\" aria-describedby=\"caption-attachment-6072\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6072 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-1024x768.jpeg\" alt=\"contoh pencarian dengan Perplexity AI, dan AI Chat. Open Knowledge Map, Google NotebookLM, dan Open Knowledge map. \" width=\"580\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-16x12.jpeg 16w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1-1200x900.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.30.50-1.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6072\" class=\"wp-caption-text\">contoh pencarian dengan Perplexity AI, dan AI Chat.<br \/>Open Knowledge Map, Google NotebookLM, dan Open Knowledge map.<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p3\">Contohnya adalah dimana penghasil porang terbesar di Indonesia? Jawabnya menggunakan analisis dan pengolahan data, dan muncul Madiun sebagai daerah penghasil porang terbesar di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"p3\">Termasuk juga nilai jual, diekspor dimana saja dan pernah terjadi anjloknya harga dan produksi porang karena tidak higenis.<\/p>\n<p class=\"p3\">Pranoto berharap dengan penelusuran mendalam dan kritis menjadi lebih mudah karena pengguna dapat dengan cepat menemukan informasi berdasarkan konteks tertentu.<\/p>\n<p class=\"p1\">\u201cSaya berharap ada pihak bekerja sama untuk mengembangkan program ini,\u201d harap Pranoto.<\/p>\n<p class=\"p3\">Dewan Pakar CTIS, Indroyono Susilo mendukung program ini karena akan membawa anak-anak muda melalukan proses analisis kritis terhadap daerah mereka masing-masing.<\/p>\n<p class=\"p3\">Anak muda di daerah akan melek dengan kekuatan daerahnya. \u201cDengan teknologi AI seperti ini, seorang anak SMK di Kroya sebagai contoh bisa mengembangkan usaha sesuai dengan potensi di daerahnya itu dan daerah mana yang berpotensi sebagai pangsa pasarnya,\u201d pungkasnya. ***<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi digital semakin canggih dan bisa dimaksimalkan untuk bisa membantu masyarakat kelas bawah di Indonesia. Dalam diskusi CTIS, Rabu (23\/4) mengangkat tema Utilizing CTIS Open Knowledge Repository (CTIS-OKR) for low income communities in Indonesia dengan menghadirkan Brigjen Pur Dr Paulus Prananto Msc, Advisory Board Member Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Paulus Prananto memaparkan bahwa [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[205,39,206,62],"class_list":["post-6070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ai","tag-ctis","tag-perkembangan-ai","tag-teknologi-digital"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-23-at-13.29.48.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6070"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6076,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6070\/revisions\/6076"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}