{"id":6098,"date":"2025-05-09T14:22:32","date_gmt":"2025-05-09T07:22:32","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=6098"},"modified":"2025-05-09T14:24:16","modified_gmt":"2025-05-09T07:24:16","slug":"menata-ulang-pendidikan-anggaran-membengkak-hasil-merosot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/menata-ulang-pendidikan-anggaran-membengkak-hasil-merosot\/","title":{"rendered":"\u00a0Menata Ulang Pendidikan: Anggaran Membengkak, Hasil Merosot"},"content":{"rendered":"<p><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membubarkan Kementerian Pendidikan sebagai bagian dari Project 2025 yang diprakarsai oleh\u00a0 Kelompok Konservatif\u00a0 (Partai Republik). Langkah ini diambil sebagai respons atas menurunnya kualitas pendidikan di AS, meskipun anggaran terus meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Project 2025, perhatian diarahkan pada rendahnya &#8220;education outcome&#8221; warga Amerika, khususnya dalam bidang sains, matematika, dan membaca. Di tengah derasnya regulasi dan besarnya anggaran, hasil yang dicapai justru melemah. Hal ini mendorong Trump memindahkan urusan pendidikan ke level negara bagian, membubarkan kementerian di tingkat federal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengacu pada pemikiran Milton Friedman (1985), pendidikan idealnya berada di bawah keputusan keluarga, bukan negara. Pemerintah cukup menyediakan pembiayaan, sementara masyarakat menentukan pilihan pendidikan anak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6100\" aria-describedby=\"caption-attachment-6100\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6100 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/c4acce5d-26f9-473a-a387-5f1e5dce540a.jpg\" alt=\"Saatnya merefleksi ulang arah pendidikan Indonesia. Anggaran besar harus berdampak nyata pada kualitas pendidikan, bukan sekadar terserap oleh birokrasi.\" width=\"800\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/c4acce5d-26f9-473a-a387-5f1e5dce540a.jpg 800w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/c4acce5d-26f9-473a-a387-5f1e5dce540a-300x169.jpg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/c4acce5d-26f9-473a-a387-5f1e5dce540a-768x432.jpg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/c4acce5d-26f9-473a-a387-5f1e5dce540a-18x10.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6100\" class=\"wp-caption-text\">Penerimaan siswa baru di Indonesia yang menggunakan sistem zonasi.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi di Indonesia menunjukkan pola serupa. Meski 20% APBN dialokasikan untuk sektor pendidikan, kualitas lulusan belum menunjukkan peningkatan signifikan yang antara lain ditunjukkan oleh hasil tes PISA yang mengalami stagnasi sejak tahun 2000. Sistem zonasi, kebijakan yang berubah seiring pergantian menteri, serta birokrasi yang membebani guru dan dosen memperburuk situasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data menunjukkan bahwa 85% kualitas pendidikan ditentukan oleh guru yang kompeten dan murid yang sehat dan cerdas , sementara hanya 15% oleh infrastruktur. Namun, anggaran lebih banyak terserap oleh birokrasi. Guru dan dosen terpaksa menghabiskan waktu menyusun laporan administratif dibanding fokus pada proses belajar-mengajar.<\/span><\/p>\n<p><b>Rekomendasi Reformasi Pendidikan:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fokus Anggaran pada Guru dan Murid<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alokasikan anggaran untuk diprioritaskan meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru serta untuk perbaikan gizi\/kesehatan serta kecerdasan siswa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">pendidikan karateristik sesuai wilayah dan masyarakatnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Guru<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan gaji dan tunjangan di daerah terpencil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengurangan beban administratif melalui digitalisasi dan dukungan staf.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jam kerja tepat waktu dan tidak boleh lembur, serta ambil cuti untuk menjaga kesehatan mental.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan berkelanjutan dan mentoring.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dukungan psikologis dan lingkungan kerja sehat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem penghargaan dan retensi guru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keterlibatan guru dalam kebijakan pendidikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Keterlibatan dan Kenyamanan Siswa<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan sekolah aman dan anti-bullying.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran aktif dan kontekstual sekaligus mengasah kemampuan murid dalam membaca, mendengar, menulis dan berbicara.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang untuk kreativitas dan eksplorasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dukungan emosional dari guru dan orang tua.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apresiasi atas usaha, bukan sekadar hasil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penguatan interaksi sosial dan kegiatan kelompok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua mendukung tanpa tekanan berlebihan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saatnya merefleksi ulang arah pendidikan Indonesia. Anggaran besar harus berdampak nyata pada kualitas pendidikan, bukan sekadar terserap oleh birokrasi. ***<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6099\" aria-describedby=\"caption-attachment-6099\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6099\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-300x225.jpeg\" alt=\"Saatnya merefleksi ulang arah pendidikan Indonesia. Anggaran besar harus berdampak nyata pada kualitas pendidikan, bukan sekadar terserap oleh birokrasi.\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-16x12.jpeg 16w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29-1200x900.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-14.12.29.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6099\" class=\"wp-caption-text\">Penulis opini dari kiri-kanan, Soekotjo Soeparto, Bambang Goeritno, Chairil Abdini, Wawan Bayu PS, dan Wendy Aritenang.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini dirangkum dari hasil diskusi mini Rabu 7 Mei 2025 menjadi tulisan opini oleh anggota CTIS ; Wendy Aritenang, Bambang Goeritno, Chairil Abdini, Soekotjo Soeparto dan Wawan Bayu PS\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membubarkan Kementerian Pendidikan sebagai bagian dari Project 2025 yang diprakarsai oleh\u00a0 Kelompok Konservatif\u00a0 (Partai Republik). Langkah ini diambil sebagai respons atas menurunnya kualitas pendidikan di AS, meskipun anggaran terus meningkat. Berdasarkan Project 2025, perhatian diarahkan pada rendahnya &#8220;education outcome&#8221; warga Amerika, khususnya dalam bidang sains, matematika, dan membaca. Di tengah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,1],"tags":[215,39,216,213,217],"class_list":["post-6098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","category-uncategorized","tag-anggaran-pendidikan","tag-ctis","tag-education-outcome","tag-opini","tag-sdm-indonesia"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20240621-WA0019.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6098"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6103,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6098\/revisions\/6103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}