{"id":6227,"date":"2025-08-14T19:04:59","date_gmt":"2025-08-14T12:04:59","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=6227"},"modified":"2025-08-14T19:13:04","modified_gmt":"2025-08-14T12:13:04","slug":"psn-targetkan-kemandirian-satelit-nasional-dorong-ekonomi-dan-sdm-multitalenta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/psn-targetkan-kemandirian-satelit-nasional-dorong-ekonomi-dan-sdm-multitalenta\/","title":{"rendered":"PSN Targetkan Kemandirian Satelit Nasional, Dorong Ekonomi dan SDM Multitalenta"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Industri kedirgantaraan dan antariksa dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) multitalenta.<\/p>\n<p class=\"p1\">Founder Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso menjadi salah satu contoh sukses mengelola bisnis satelit sejak 1991. Memasuki usia 34 tahun, PSN bersiap meluncurkan satelit <b>Nusantara 5<\/b> pada September 2025 di Amerika Serikat.<\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201c<\/span>Industri ini belum banyak berkembang di Indonesia, padahal potensi ekonominya sangat besar,\u201d ujar Adi dalam diskusi bertema <i>What Next For Indonesian Space Industry<\/i> yang digelar Centre for Technology and Innovation Studies (CTIS), Rabu (13\/8\/2025).<\/p>\n<figure id=\"attachment_6228\" aria-describedby=\"caption-attachment-6228\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6228 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-1024x576.jpeg\" alt=\"Industri kedirgantaraan dan antariksa dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) multitalenta.\" width=\"580\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-18x10.jpeg 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45-1200x675.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-13-at-14.59.45.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6228\" class=\"wp-caption-text\">Founder Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso (no duduk dari kiri) narasumber diskusi bertema What Next For Indonesian Space Industry yang digelar Centre for Technology and Innovation Studies (CTIS), Rabu (13\/8\/2025). (Dok CTIS)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p2\"><b>Dari Palapa B1 hingga Unicorn<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Perjalanan PSN dimulai saat Adi dan Iskandar Alisjahbana sebagai pendiri mengambil alih satelit <b>Palapa B1<\/b> dari Telkom pada 1983. Berbekal modal Rp40 juta dan dukungan BJ Habibie, PSN menjadi perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia.<\/p>\n<p class=\"p3\">Di era-80 an<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>perusahaan satelit hanya perusahaan telekomunikasi milik pemerintah seperti Telkom dan Indosat. \u201cKami menghadap ke Pak Habibie agar bisa dibantu bertemu dengan Presiden. Ada campur tangan Pak Habibie karena izin satelit itu hanya bisa diberikan dari presiden,\u201d kata Adi mengenang pertemuan dengan BJ Habibie.<\/p>\n<p class=\"p1\">Sejak itu, PSN meluncurkan berbagai satelit, termasuk Palapa C1 dan C2 (1996), Aguila (1997), Garuda 1 (2000), Nusantara 1 (2019), dan Nusantara 3 (2023) yang diklaim sebagai satelit berkapasitas terbesar di Asia dengan teknologi <b>Spacebus Neo<\/b> 150 Gbps.<\/p>\n<p class=\"p1\">Kini PSN mempekerjakan 700 karyawan, termasuk 300 teknisi dan perekayasa dari Aceh hingga Timika, dengan nilai investasi lebih dari US$1,3 miliar di Indonesia dan US$25 juta di luar negeri.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6229\" aria-describedby=\"caption-attachment-6229\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6229 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-1024x702.png\" alt=\"Industri kedirgantaraan dan antariksa dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) multitalenta.\" width=\"580\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-1024x702.png 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-300x206.png 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-768x527.png 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-1536x1054.png 1536w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-18x12.png 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501-1200x823.png 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/nusantara-tiga-501.png 1567w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6229\" class=\"wp-caption-text\">Nusantara 3 (2023) yang diklaim sebagai satelit berkapasitas terbesar di Asia dengan teknologi Spacebus Neo 150 Gbps.<br \/>(Dok PSN)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p2\"><b>Aplikasi Satelit di Luar Komunikasi<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Menurut Adi, satelit tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga untuk pertahanan dan ketahanan pangan. PSN, misalnya, pernah membantu TNI memantau persebaran ubi jalar untuk mendeteksi aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB).<\/p>\n<p class=\"p1\">Selain itu, satelit dimanfaatkan untuk memantau kesiapan panen jagung dan padi, serta pemetaan batas wilayah darat maupun laut.<\/p>\n<p class=\"p2\"><b>Menuju Produksi Satelit 100% Lokal<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Adi menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri satelit nasional. Strateginya terdiri dari tiga tahap:<\/p>\n<ol class=\"ol1\">\n<li class=\"li1\"><b><\/b><b>Alih teknologi<\/b> dengan produsen internasional, dimulai dari pembuatan satu satelit secara nasional bersama BRIN.<\/li>\n<li class=\"li1\"><b><\/b><b>Peningkatan kapasitas manufaktur<\/b> di dalam negeri, mencakup perakitan, integrasi, pengujian, dan layanan terkait.<\/li>\n<li class=\"li1\"><b><\/b><b>Produksi penuh<\/b> seluruh satelit pengganti dan layanan oleh Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"p1\">Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan regulasi kondusif bagi ekonomi antariksa, fasilitas manufaktur memadai, sistem rantai pasok dan industri pendukung, tenaga ahli teknis, serta perluasan pasar solusi berbasis antariksa.<\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201c<\/span>Ini murni bisnis swasta, tanpa mengandalkan APBN. Space economy tidak hanya soal satelit komunikasi, tapi mencakup berbagai teknologi yang dapat membantu bangsa,\u201d pungkas Adi. ***<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Industri kedirgantaraan dan antariksa dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) multitalenta. Founder Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso menjadi salah satu contoh sukses mengelola bisnis satelit sejak 1991. Memasuki usia 34 tahun, PSN bersiap meluncurkan satelit Nusantara 5 pada September 2025 di Amerika Serikat. \u201cIndustri ini [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,264,263,262,265,160],"class_list":["post-6227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-industri-antariksa","tag-industri-kedirgantaraan","tag-pasifik-satelit-nusantara","tag-satelit","tag-teknologi-penginderaan-jauh"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-19.12.11.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6231,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6227\/revisions\/6231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}