{"id":6242,"date":"2025-08-28T08:39:08","date_gmt":"2025-08-28T01:39:08","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=6242"},"modified":"2025-08-29T09:16:10","modified_gmt":"2025-08-29T02:16:10","slug":"laptop-merah-putih-riset-kampus-yang-menguatkan-industri-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/laptop-merah-putih-riset-kampus-yang-menguatkan-industri-lokal\/","title":{"rendered":"Laptop Merah Putih, Riset Kampus Menguatkan Industri Lokal"},"content":{"rendered":"<p class=\"p2\">Pemerintah Indonesia meluncurkan program Laptop Merah Putih, sebuah perangkat hasil produksi konsorsium perguruan tinggi dan industri nasional, guna memenuhi kebutuhan digital pendidikan di era pandemi dan seterusnya.<\/p>\n<p class=\"p2\">Program ini berawal pada tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 memaksa siswa belajar dari rumah. Saat itu, data Kemenko PMK menunjukkan 40,8% siswa tidak memiliki akses komputer, laptop, atau tablet, sementara 20,4% lainnya tidak selalu bisa mengakses perangkat. Dari total 68 juta lebih siswa di Indonesia, sekitar 27,7 juta tidak memiliki perangkat, dan 13,8 juta hanya bisa mengakses terbatas.<\/p>\n<p class=\"p2\">\u201cPermintaan solusi datang dari Kemendikbudristek agar anak-anak tetap bisa sekolah daring,\u201d ungkap Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB serta peneliti di Pusat Mikroelektronika ITB, dalam diskusi yang digelar CTIS pada Rabu (27\/8\/2025).<\/p>\n<figure id=\"attachment_6243\" aria-describedby=\"caption-attachment-6243\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6243 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-1024x497.jpeg\" alt=\"Pemerintah Indonesia meluncurkan program Laptop Merah Putih, sebuah perangkat hasil produksi konsorsium perguruan tinggi dan industri nasional\" width=\"580\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-1024x497.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-300x146.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-768x373.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-1536x746.jpeg 1536w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-18x9.jpeg 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23-1200x583.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-27-at-16.49.23.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6243\" class=\"wp-caption-text\">Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB serta peneliti di Pusat Mikroelektronika ITB (kanan) menyerahkan Laptop Merah Putih kepada Ketua CTIS Dr Wendy Aritenang, Rabu 27 Agustus 2025. (Dok CTIS)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p3\"><b>Dari Chromebook ke Laptop Merah Putih<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Awalnya, pengadaan laptop pendidikan tidak mewajibkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Namun, sejak 2021, pemerintah melalui KemenkoMarves yang menggawangi TKDN, P3DN, BBI, beserta Kementerian Perindustrian, Kemendikbudristek, dan LKPP mulai mendorong penggunaan laptop ber-TKDN.<\/p>\n<p class=\"p1\">Kebutuhan laptop pada tahun 2021 tercatat 431.730 unit dengan nilai Rp3,7 triliun, yang dibiayai melalui APBN dan DAK fisik pendidikan. Menyikapi hal ini, ITB, ITS, dan UGM bersama industri TIK nasional membentuk konsorsium, yang kemudian diperluas dengan UI dan Telkom University, untuk melahirkan perangkat digital tablet dan laptop untuk kebutuhan pendidikan.<\/p>\n<p class=\"p3\"><b>Ciri Khas Laptop Merah Putih<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Perangkat laptop yang dikembangkan dalam program Laptop Merah Putih ini tidak tergantung dari operating sistem (OS) tertentu.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Berbagai OS seperti Microsoft Windows, Linux, Chrome OS dapat digunakan.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Perangkat ini dirancang khusus untuk kegiatan belajar mengajar, dan diperuntukan untuk daerah 3T.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Perangkat ini, dinamai <span class=\"s1\"><i>DiktiEdu<\/i><\/span>, dibagikan gratis kepada siswa dan guru tanpa aplikasi pencarian atau fitur komersial lain.<\/p>\n<p class=\"p1\">Saat ini, TKDN laptop Merah Putih baru mencapai 25%, namun targetnya naik menjadi 40\u201350% pada 2026.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Beberapa komponen utama, seperti<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>motherboard, casing, baterai, dan pengisi daya (adaptor) ditargetkan untuk diproduksi menggunakan ekosistem industri di dalam negeri.<\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">\u201c<\/span>Saat ini, Indonesia sudah mampu membuat motherboard. Pembuktiannya adalah dengan dibuatnya motherboard dengan prosesor Intel Celeron oleh ITB bermitra dengan Advan tahun 2023, dan motherboard dengan prosesor Intel Core i5 oleh ITB bermitra dengan Axioo, dan juga oleh UGM bermitra dengan Zyrex tahun 2024,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6244\" aria-describedby=\"caption-attachment-6244\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6244 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26-1024x768.jpeg\" alt=\"Pemerintah Indonesia meluncurkan program Laptop Merah Putih, sebuah perangkat hasil produksi konsorsium perguruan tinggi dan industri nasional.\" width=\"580\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26-16x12.jpeg 16w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26-1200x900.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.28.26.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6244\" class=\"wp-caption-text\">Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB serta peneliti di Pusat Mikroelektronika ITB narasumber dalam diskusi yang digelar CTIS bertema Program Pengembangan Laptop di Dalam Negeri, Rabu (27\/8\/2025). (Dok CTIS)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p3\"><b>Harapan Industri TIK Nasional<\/b><\/p>\n<p class=\"p2\">Indonesia memiliki lima produsen laptop lokal \u2014 Zyrex, Axioo, Advan, SPC, dan Evercoss \u2014 meski sebagian besar komponennya masih diimpor dari China. Melalui program Laptop Merah Putih, pemerintah berharap industri TIK nasional dapat naik kelas, menciptakan lapangan kerja, dan bersaing di pasar global.<\/p>\n<p class=\"p2\">\u201cRoadmapnya telah dibuat bersama dengan Kemenperin. Setelah produsen laptop lokal mampu melakukan perakitan SKD selama ini, maka selanjutnya harusnya bergerak ke hulu untuk pembuatan motherboard, casing, battery, dan adaptor di dalam negeri.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Ekosistem industri pendukungnya sudah ada dan siap memproduksi ke empat komponen utama laptop di dalam negeri, walaupun tetap perlu tahap persiapan untuk proses sinergi antar rantai pasok industrinya,\u201d pungkas Adi.***<\/p>\n<p class=\"p2\">","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Indonesia meluncurkan program Laptop Merah Putih, sebuah perangkat hasil produksi konsorsium perguruan tinggi dan industri nasional, guna memenuhi kebutuhan digital pendidikan di era pandemi dan seterusnya. Program ini berawal pada tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 memaksa siswa belajar dari rumah. Saat itu, data Kemenko PMK menunjukkan 40,8% siswa tidak memiliki akses komputer, laptop, atau [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6245,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,271,268,269,270],"class_list":["post-6242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-industri-tik","tag-laptop-merah-putih","tag-teknologi-informasi-dan-komunikasi","tag-tkdn"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-08.29.34.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6242"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6252,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6242\/revisions\/6252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}