{"id":6328,"date":"2025-11-27T09:41:07","date_gmt":"2025-11-27T02:41:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ctis.id\/?p=6328"},"modified":"2025-11-27T09:44:31","modified_gmt":"2025-11-27T02:44:31","slug":"logam-tanah-jarang-jadi-fokus-baru-pemerintah-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ctis.id\/en\/logam-tanah-jarang-jadi-fokus-baru-pemerintah-indonesia\/","title":{"rendered":"Logam Tanah Jarang Jadi Fokus Baru Pemerintah Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\">Indonesia memasuki fase baru dalam pengelolaan mineral kritis. Logam tanah jarang (LTJ), komponen penting dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik presisi, hingga teknologi pertahanan, resmi menjadi salah satu fokus kebijakan nasional. Dorongan ini semakin kuat sejak pemerintah membentuk Badan Industri Mineral (BIM) pada 2025, lembaga yang bertugas mengoordinasikan strategi pengembangan mineral strategis, termasuk LTJ.<\/p>\n<p class=\"p1\">Isu LTJ mengemuka dalam diskusi ilmiah yang digelar CTIS pada Rabu, 26 November 2025, bertema <i>\u201cLogam Tanah Jarang: Kita Kaya?\u201d<\/i>. Salah satu pembicara, ahli geologi sekaligus mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaludin, PhD, menyatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap LTJ dalam beberapa pekan terakhir meningkat signifikan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6329\" aria-describedby=\"caption-attachment-6329\" style=\"width: 580px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6329 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12-1024x768.jpeg\" alt=\" Logam tanah jarang (LTJ)\u2014komponen penting dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik presisi, hingga teknologi pertahanan, resmi menjadi salah satu fokus kebijakan nasional.\" width=\"580\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12-16x12.jpeg 16w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12-1200x900.jpeg 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.23.12.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6329\" class=\"wp-caption-text\">Ahli geologi sekaligus mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaludin, PhD (duduk no 4 dari kiri) narasumber diskusi digelar CTIS, Rabu, 26 November 2025, bertema Logam Tanah Jarang: Kita Kaya?. (Dok CTIS)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p1\">\u201cJarang geologi mendapat perhatian presiden. Namun untuk logam tanah jarang ini, presiden benar-benar memberi fokus, dan kami memberi masukan agar arahan tersebut bisa diwujudkan,\u201d ujar Ridwan.<\/p>\n<p class=\"p2\"><b>Seminar Nasional ITB: Menyatukan Ilmuwan dan Pembuat Kebijakan<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Sebelumnya, pada 1 November 2025, ITB menggelar seminar nasional bertema prospek LTJ, menghadirkan Kepala BIM Brian Yuliarto, Rektor ITB, serta Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Dalam forum tersebut, Brian menegaskan bahwa LTJ bukan mineral yang berdiri sendiri, melainkan hadir sebagai mineral ikutan pada penambangan timah, nikel, bauksit, dan tembaga.<\/p>\n<p class=\"p1\">LTJ memiliki peran strategis dalam berbagai teknologi modern\u2014dari magnet permanen, baterai kendaraan listrik dan hybrid, katalis industri, perangkat elektronik, hingga aplikasi pertahanan dan nuklir. \u201cPotensi ekonominya sangat besar bila dikelola dengan benar,\u201d ujar Ridwan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Sebutan \u201cjarang\u201d merujuk pada kesulitannya diekstraksi dan dimurnikan, bukan pada kelangkaan absolut di alam. China hingga saat ini menguasai rantai pasok LTJ global, dari hulu hingga hilir, berkat teknologi pemisahan yang paling maju di dunia.<\/p>\n<p class=\"p1\">Unsur-unsur utama dalam LTJ meliputi cerium, lanthanum, neodymium, praseodymium, dan yttrium, unsur kunci dalam magnet berenergi tinggi dan komponen elektronik canggih.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-6332 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169-1024x576.webp\" alt=\"Logam tanah jarang (LTJ)\u2014komponen penting dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik presisi, hingga teknologi pertahanan, resmi menjadi salah satu fokus kebijakan nasional.\" width=\"580\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169-1024x576.webp 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169-300x169.webp 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169-768x432.webp 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169-18x10.webp 18w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169-1200x675.webp 1200w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1685685984-86687169.webp 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><\/p>\n<p class=\"p2\"><b>Apakah Indonesia Benar-Benar Kaya LTJ?<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Menurut Ridwan, berbagai survei global pada 2011\u20132019 memang mengidentifikasi potensi sumber daya LTJ di Indonesia. Namun hingga kini, Indonesia belum memiliki cadangan LTJ yang diakui bernilai ekonomis.<\/p>\n<p class=\"p1\">Hal ini berbeda dengan negara seperti Vietnam, India, Australia, dan Brasil, yang cadangannya sudah tervalidasi dan dieksploitasi secara industri. \u201cKesimpulannya, belum ada eksplorasi sistematis yang benar-benar ditujukan untuk target REE di Indonesia,\u201d tegas Ridwan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Di kawasan Asia Pasifik, distribusi cadangan LTJ saat ini diperkirakan sebagai berikut:<\/p>\n<ul class=\"ul1\">\n<li class=\"li1\">China: 44 juta ton<\/li>\n<li class=\"li1\">Vietnam: 22 juta ton<\/li>\n<li class=\"li1\">India: 6,9 juta ton<\/li>\n<li class=\"li1\">Australia: 3,4 juta ton<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"p1\">Sementara itu, Brasil memimpin di Amerika dengan 22 juta ton, disusul Amerika Serikat dengan 1,4 juta ton. Rusia memiliki sekitar 12 juta ton di Eropa.<\/p>\n<p class=\"p1\">Menariknya, Malaysia<b> <\/b>yang tidak tercatat sebagai negara dengan cadangan besar justru menjadi pemain penting dalam industri pengolahan LTJ melalui kerja sama dengan Amerika Serikat dan juga China.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6330\" aria-describedby=\"caption-attachment-6330\" style=\"width: 670px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6330 size-full\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logam-tanah-jarang-1.png\" alt=\" Logam tanah jarang (LTJ)\u2014komponen penting dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik presisi, hingga teknologi pertahanan, resmi menjadi salah satu fokus kebijakan nasional. \" width=\"670\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logam-tanah-jarang-1.png 670w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logam-tanah-jarang-1-300x171.png 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/logam-tanah-jarang-1-18x10.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 670px) 100vw, 670px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6330\" class=\"wp-caption-text\">Wujud Logam Tanah Jarang. (Dok CTIS)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p2\"><b>Peta Indonesia: Potensi Ada, Cadangan Belum Terkonfirmasi<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Berdasarkan pemetaan Badan Geologi pada 2019, terdapat 28 lokasi yang mengindikasikan keberadaan LTJ, dengan 9 lokasi sudah dieksplorasi awal. Daerah yang dianggap paling prospektif mencakup: Bangka Belitung, Sulawesi, Kalimantan dan Papua<\/p>\n<p class=\"p1\">Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mencatat bahwa estimasi potensi Indonesia bisa mencapai 300 ribu ton LTJ, meski angka ini berbeda antara lembaga seperti MIND ID dan Kementerian ESDM. Intinya, Indonesia memiliki sumber daya, tetapi belum ada cadangan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Indonesia juga belum memiliki IUP khusus LTJ ataupun wilayah izin khusus untuk komoditas tersebut. Meski demikian, ada preseden penting: pilot plant LTJ PT Timah di Bangka, yang pernah berjalan sebelum dihentikan. \u201cKita punya cikal bakal yang bisa dihidupkan lagi,\u201d ujar Ridwan.<\/p>\n<p class=\"p1\">BIM sendiri mendapat dukungan dari Perusahaan Mineral Nasional (Perminas<b>)<\/b>, BUMN baru yang ditugaskan mendorong hilirisasi LTJ.<\/p>\n<p class=\"p2\"><b>Kerja Sama Internasional: Peluang dengan Amerika Serikat<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, yang hadir secara daring, menilai Indonesia berpotensi membuka kerja sama eksplorasi bersama AS. Negara-negara lain seperti Jepang, Australia, Thailand, dan Malaysia sudah menandatangani MoU dengan Washington terkait pengembangan LTJ.<\/p>\n<p class=\"p1\">\u201cIndonesia seharusnya bisa melakukan hal yang sama. Amerika pasti tertarik, asal jangan memberikan terlalu banyak syarat,\u201d ujarnya. Ia menyarankan kerja sama dimulai dari joint exploration, tanpa harus menunggu kesiapan pabrik pengolahan atau regulasi lengkap.<\/p>\n<p class=\"p1\">Menurut Indroyono, data potensi LTJ nasional juga perlu diperbarui, mengingat keterkaitannya dengan mineral \u201csaudara\u201d seperti tembaga, nikel, bauksit, dan timah. Ia menekankan pentingnya melihat potensi regional lintas batas seperti:<\/p>\n<ul class=\"ul1\">\n<li class=\"li1\">Sulawesi dan Papua terhubung dengan Filipina<\/li>\n<li class=\"li1\">Kalimantan terhubung secara geologi dengan Malaysia<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"p1\">Dari Kedutaan Besar RI di Washington DC, Ibrani menambahkan bahwa isu LTJ kini berada di jantung geopolitik global, terutama setelah AS memasukkan LTJ dalam agenda pertahanan nasional. \u201cPeluang sinergi resources Indonesia-AS sangat relevan dan strategis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-6333 size-large\" src=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.39.31-1024x796.jpeg\" alt=\" Logam tanah jarang (LTJ)\u2014komponen penting dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik presisi, hingga teknologi pertahanan, resmi menjadi salah satu fokus kebijakan nasional.\" width=\"580\" height=\"451\" srcset=\"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.39.31-1024x796.jpeg 1024w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.39.31-300x233.jpeg 300w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.39.31-768x597.jpeg 768w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.39.31-15x12.jpeg 15w, https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.39.31.jpeg 1170w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><\/p>\n<p class=\"p2\"><b>Membangun Kemampuan Teknologi Dalam Negeri<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Ketua CTIS Wendy Aritenang, PhD, menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung arahan Presiden dengan menyusun rekomendasi ilmiah. Sementara itu, moderator diskusi Idwan Suhardi, PhD, menekankan bahwa kemampuan mengolah LTJ akan menentukan daya saing Indonesia dalam teknologi tinggi.<\/p>\n<p class=\"p1\">\u201cPenguasaan teknologi pemisahan LTJ bukan hanya soal industri, tetapi fondasi untuk kemandirian teknologi nasional,\u201d ujar Idwan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Keberhasilan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara mempercepat eksplorasi, menguasai teknologi pemurnian, dan menarik investasi ke industri hilirisasi berbasis LTJ. ***<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memasuki fase baru dalam pengelolaan mineral kritis. Logam tanah jarang (LTJ), komponen penting dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik presisi, hingga teknologi pertahanan, resmi menjadi salah satu fokus kebijakan nasional. Dorongan ini semakin kuat sejak pemerintah membentuk Badan Industri Mineral (BIM) pada 2025, lembaga yang bertugas mengoordinasikan strategi pengembangan mineral strategis, termasuk LTJ. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6331,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[39,305,172,307,306],"class_list":["post-6328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-iptek-dalam-negeri","tag-ctis","tag-hilirisasi","tag-logam-tanah-jarang","tag-potensi-indonesia","tag-prioritas-pemerintah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ctis.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-27-at-09.22.51.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6328"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6335,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6328\/revisions\/6335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ctis.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}