BJ Habibie Memorial Lecture merupakan perhelatan akademik tahunan yang diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman, penegasan, dan tekad pemerintah dalam menyinkronkan serta mengoordinasikan pembangunan di berbagai sektor berbasis agenda pembangunan nasional. Forum ini juga menjadi wadah strategis untuk membahas implementasi sains, riset, dan teknologi sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Center for Technology and Innovation Studies (CTIS) bekerja sama dengan sejumlah lembaga, antara lain Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Perpustakaan Nasional, serta mitra strategis lainnya.
BJ Habibie Memorial Lecture pertama digelar pada 25 Juni 2022 dengan tema “Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie” dan dirangkaikan dengan peluncuran buku “B.J. Habibie dalam Kenangan”. Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pemateri, antara lain Wakil Presiden ke-11 RI Prof. Dr. Budiono, Menteri Keuangan RI Dr. Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua DPR RI Dr. Rachmat Gobel, serta Ketua AIPI Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Pada penyelenggaraan kedua, 21 September 2023, kuliah memorial disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Dr. (HC) Ir. Suharso Monoarfa, M.A., dengan orasi ilmiah berjudul “Strategi Keluar dari Middle Income Trap”.
Sementara itu, BJ Habibie Memorial Lecture 23 Juli 2024 menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Strategi Indonesia Mengatasi Jebakan Pendapatan Menengah Menuju Indonesia Emas 2045”.
Pada BJ Habibie Memorial Lecture 2025 yang dijadwalkan berlangsung 25 Agustus 2025, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr. Agus Harimurti Yudhoyono akan menyampaikan kuliah bertajuk “Strategi Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kuliah ini akan memaparkan strategi besar dalam menyiapkan fondasi pembangunan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berkeadilan, berkelanjutan, dan inklusif.

Sekretaris Jenderal AIPI Chairil Abdini, yang juga merupakan anggota CTIS, menjelaskan bahwa memorial lecture merupakan kegiatan akademik untuk menghormati tokoh nasional yang telah wafat dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Selain mengenang dan memberikan penghormatan, memorial lecture juga merayakan warisan intelektual, profesional, dan sosial tokoh tersebut guna menginspirasi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada Presiden ke-3 RI Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, tetapi juga momentum penting untuk menyambungkan gagasan lintas generasi.

Sebagai Bapak Teknologi Indonesia, B.J. Habibie telah meletakkan fondasi kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. Habibie meyakini bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mampu mengelola sumber daya dan teknologi untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
Melalui BJ Habibie Memorial Lecture 2025, AIPI dan CTIS meneguhkan kembali bahwa warisan intelektual Habibie tidak berhenti pada masa lalu, melainkan tetap relevan dalam menjawab tantangan Indonesia masa kini, termasuk dalam memanfaatkan bonus demografi dan peluang menuju masa depan Indonesia Emas 2045. ***