Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital mencapai US$130 miliar pada 2025

AWS Investasi Rp71 Triliun, Perkuat Infrastruktur Cloud dan Internet Satelit di Indonesia

Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital mencapai US$130 miliar pada 2025. Potensi ini menjadikan Indonesia magnet investasi bagi pelaku industri digital global, termasuk Amazon Web Services (AWS), penyedia infrastruktur komputasi awan (cloud) terbesar di dunia.

Peluang dan arah investasi tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi CTIS bersama AWS pada Rabu, 28 Januari 2026. Diskusi menghadirkan Donny Eryastha, Head of Public Policy Indonesia and ASEAN AWS, serta Darren Ong, Head of Public Policy Global Selling & Digital Services SEA/TW/KR.

Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital mencapai US$130 miliar pada 2025.
Donny Eryastha, Head of Public Policy Indonesia and ASEAN AWS (no 3 dari kiri), Darren Ong, Head of Public Policy Global Selling & Digital Services SEA/TW/KR (no 4 dari kanan) dan Renuka Rajaratnam (paling kanan). (Dok CTIS)

Darren Ong menekankan pentingnya kerangka kebijakan yang memungkinkan pemanfaatan layanan cloud secara aman, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital menjadi fondasi utama untuk mendorong inovasi dan memperkuat kerja sama ekonomi.

Dalam agenda transformasi digital, Ong menyatakan AWS mendukung berbagai inisiatif yang membantu pelaku usaha Indonesia memanfaatkan teknologi cloud untuk berekspansi ke pasar global. Kerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjadi bagian dari strategi tersebut.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas konektivitas digital di wilayah terpencil, sekaligus mendukung transformasi digital nasional,” ujar Darren.

AWS hadir di Indonesia sejak 2018 dan meluncurkan pusat data AWS Asia Pacific (Jakarta) Region di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Desember 2021. Kehadiran pusat data ini memperkuat infrastruktur digital nasional sekaligus meningkatkan kapasitas penyimpanan dan pengolahan data di dalam negeri.

Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital mencapai US$130 miliar pada 2025.
Diskusi CTIS bersama AWS pada Rabu, 28 Januari 2026, menghadirkan Donny Eryastha, Head of Public Policy Indonesia and ASEAN AWS, serta Darren Ong, Head of Public Policy Global Selling & Digital Services SEA/TW/KR. (Dok CTIS)

Donny Eryastha menjelaskan, AWS berkomitmen menginvestasikan sekitar US$5 miliar atau setara Rp71 triliun hingga 2036 untuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan talenta digital di Indonesia. Hingga kini, AWS telah melatih lebih dari satu juta talenta digital dari kalangan pelajar dan profesional, termasuk kelompok disabilitas dan komunitas pesantren.

“Seluruh teknologi AWS didukung 100 persen energi terbarukan,” ujar Donny.

Investasi tersebut turut mendukung pengembangan ekosistem digital nasional, termasuk pemberdayaan UMKM dan peningkatan layanan e-government, e-health, serta e-education. Untuk sektor pemerintahan, AWS telah bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, Imigrasi, BUMN, BUMD, serta berbagai perusahaan swasta.

Selain membangun pusat data, AWS juga aktif mengembangkan sumber daya manusia dan komunitas lokal di Karawang, antara lain melalui peresmian “Think Big Space” di SMKN 1 Karawang yang menjadi laboratorium edukasi pertama di Asia Tenggara.

Amazon Leo dan Ekspansi Internet Satelit

Dalam kesempatan yang sama, AWS juga memperkenalkan pengembangan teknologi internet satelit orbit rendah melalui proyek Amazon Leo (Low Earth Orbit/LEO). Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi dan andal bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan konvensional.

Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital mencapai US$130 miliar pada 2025.
Teknologi internet satelit orbit rendah melalui proyek Amazon Leo (Low Earth Orbit/LEO). Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi dan andal bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan konvensional. (dok AWS)

“Amazon Leo diharapkan mampu menutup kesenjangan konektivitas di berbagai sektor strategis, mulai dari energi dan manufaktur hingga media dan transportasi,” kata Renuka Rajaratnam dari tim AWS.

Amazon Leo ditujukan untuk pelanggan individu, UMKM, layanan kedaruratan, wilayah terdampak bencana, hingga sektor publik di darat, laut, dan udara. Sistem ini terintegrasi langsung dengan AWS sehingga memungkinkan pemindahan data secara aman dari lokasi terpencil ke jaringan privat tanpa melalui internet publik.

Kemkomdigi saat ini menjajaki kerja sama strategis dengan Amazon Leo guna memperluas konektivitas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital mencapai US$130 miliar pada 2025.

Moderator diskusi, Ashwin Sasongko, mengapresiasi pembangunan pusat data AWS di Indonesia sebagai langkah strategis mencegah kebocoran data nasional. Hal senada disampaikan Ketua KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial), Hammam Riza.

Menurut Hammam, kebocoran data nasional tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan keamanan digital negara. Ia menilai pengelolaan data yang masih terfragmentasi di berbagai kementerian dan lembaga dengan penyedia berbeda menjadi tantangan tersendiri.

Untuk memperkuat tata kelola dan keamanan penyimpanan data nasional, CTIS menyatakan siap memberikan masukan strategis kepada pemerintah.

Dengan kombinasi investasi infrastruktur, pengembangan talenta, serta inovasi satelit LEO, AWS menegaskan komitmennya mendukung percepatan transformasi digital Indonesia di tingkat nasional maupun global. ***

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter