Iptek Jadi Strategi Keluar dari Middle Income Trap

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Centre for Technology and Innovation Studies (CTIS)/Pusat Kajian Teknologi dan Inovasi, serta The Habibie Center menggelar B.J. Habibie Memorial Lecture ke-3, Kamis, 21 September 2023.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 2 Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia itu menghadirkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai pembicara kunci.

 Suharso menegaskan pentingnya melanjutkan visi dan pemikiran Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, khususnya dalam
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai pembicara kunci  pada B.J. Habibie Memorial Lecture ke-3, Kamis, 21 September 2023.

 

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Strategi Keluar dari Middle Income Trap Peran Besar Iptek dan Inovasi dalam Menuju Indonesia Emas 2045”, Suharso menegaskan pentingnya melanjutkan visi dan pemikiran Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, khususnya dalam penguatan teknologi dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional.

Ia memaparkan konsep ekonomi ala Habibie atau Habibienomics, yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Menurutnya, pemulihan ekonomi Indonesia dan negara-negara ASEAN saat ini menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan kondisi 2019.

“Pertumbuhan ekonomi kita perlu didorong oleh investasi dalam modal, teknologi, inovasi, dan peningkatan persaingan. Ini sejalan dengan visi Bapak Habibie tentang pentingnya teknologi dalam menciptakan keunggulan kompetitif dan mengejar ketertinggalan dari negara maju. Langkah-langkah inovatif untuk menuju Indonesia Emas 2045 harus kita upayakan bersama,” ujar Suharso.

Suharso menegaskan pentingnya melanjutkan visi dan pemikiran Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, khususnya dalam penguatan teknologi dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai pembicara kunci B.J. Habibie Memorial Lecture ke-3, Kamis, 21 September 2023.

Ia menambahkan, Indonesia harus fokus pada pertumbuhan dan transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Pada 2022, ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen dan 5,17 persen pada triwulan II 2023. Capaian tersebut mengembalikan Indonesia ke status Upper Middle Income setelah sempat berada di kategori Lower Middle Income pada 2020–2021.

Meski demikian, Suharso mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Dalam 20 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi rata-rata berada di kisaran 5 persen.

“Ekonomi kita memiliki pekerjaan rumah yang amat besar. Kita tidak bisa merasa puas hanya dengan pertumbuhan rata-rata 5 persen,” tegasnya.

Suharso menegaskan pentingnya melanjutkan visi dan pemikiran Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, khususnya dalam penguatan teknologi dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional.
B.J. Habibie Memorial Lecture ke-3, Kamis, 21 September 2023 menghadirkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai pembicara kunci didampingi Ketua Dewan Pembina CTIS Prof Wardiman Djojonegoro.

Salah satu strategi untuk keluar dari jebakan Middle Income Trap adalah dengan mentransformasi model pertumbuhan melalui penguatan industri domestik. Transformasi tersebut ditempuh melalui peningkatan riset dan pengembangan menuju ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.

Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, membuka peluang apprenticeship bagi lulusan vokasi guna mengatasi kesenjangan keterampilan (skill gap), serta memperkuat basis penerimaan perpajakan nasional. ***

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter