Kategori
Berita IPTEK Dalam Negeri

Boediono dan Sri Mulyani Kenang Kepemimpinan BJ Habibie di Masa Krisis 1998

Kelompok masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang pernah berinteraksi langsung dengan Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, baik sebagai sahabat, rekan kerja, staf, maupun bagian dari lembaga-lembaga IPTEK yang didirikannya menggelar acara bertajuk “Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan’”.

Kegiatan tersebut menjadi momentum peringatan 1.000 hari wafatnya B.J. Habibie yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Sabtu, 25 Juni 2022. Acara ini sekaligus menjadi cikal bakal B.J. Habibie Memorial Lecture yang kemudian rutin digelar setiap tahun.

“Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan’”.
Acara “Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan’”. Kegiatan tersebut menjadi momentum peringatan 1.000 hari wafatnya B.J. Habibie yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Sabtu, 25 Juni 2022.

Sejumlah tokoh nasional hadir untuk memberikan kuliah memorial terhadap kontribusi besar B.J. Habibie bagi bangsa. Di antaranya Wakil Presiden RI ke-11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, serta dan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Dalam pidatonya, Boediono mengenang pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Habibie.

“Menjadi anggota Kabinet Reformasi Pembangunan bagi saya merupakan pengalaman yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menyenangkan,” ujar Boediono.

Ia menilai Habibie sebagai pribadi yang terbuka, demokratis, dan menghargai perbedaan pendapat. Latar belakangnya sebagai ilmuwan, menurut Boediono, menjadikan sidang kabinet berlangsung dinamis dan sarat diskursus ilmiah.

“Sebagai ilmuwan, beliau menganggap perbedaan pendapat sebagai hal yang lumrah. Saya melihat beliau berusaha mengerti pandangan yang berbeda tersebut,” katanya.

Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan’”.
Wakil Presiden RI ke-11 Prof. Dr. Boediono mengenang pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Habibie.

Boediono juga memuji peran besar Habibie dalam mendorong independensi Bank Indonesia sebagai langkah krusial pemulihan ekonomi pascakrisis 1998. Ia menyebut Habibie sebagai pemimpin di masa krisis yang berhasil membangkitkan perekonomian nasional.

Menurutnya, pada 1999 ekonomi Indonesia mulai tumbuh 0,8 persen setelah sebelumnya terpuruk, inflasi yang sempat mendekati hiperinflasi ditekan hingga sekitar dua persen, nilai tukar rupiah menguat, dan sektor perbankan kembali menggeliat.

“Almarhum adalah teknolog dengan reputasi internasional yang berprestasi luar biasa,” tambahnya.

Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti kontribusi Habibie sebagai Bapak Teknologi Indonesia, termasuk keberhasilannya dalam pengembangan pesawat N250.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengenang Habibie sebagai sosok yang berkomitmen kuat terhadap pengembangan teknologi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Presiden ke-3 RI ini merupakan tokoh inspiratif Indonesia, profesional, kompeten, intelektual, berprestasi, sekaligus sosok keluarga yang dikagumi,” ujarnya.

Sri Mulyani menyoroti kontribusi Habibie sebagai Bapak Teknologi Indonesia, termasuk keberhasilannya dalam pengembangan pesawat N250 dan kemajuan teknologi penerbangan nasional. Ia juga menyebut Habibie sebagai figur penting yang meletakkan fondasi demokrasi pada masa transisi dari Orde Baru ke era Reformasi.

Selain kiprahnya di bidang teknologi dan pemerintahan, Sri Mulyani menilai Habibie sebagai pribadi religius, suami yang penuh cinta, dan ayah yang baik hingga akhir hayatnya.

Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menegaskan Habibie berprinsip pada kualitas sumber daya manusia dan pendidikan.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel. Menurutnya, Habibie berprinsip bahwa kualitas sumber daya manusia dan pendidikan merupakan jalan utama menuju kemajuan bangsa.

“Pak Habibie adalah sosok visioner yang berdedikasi tinggi terhadap kemajuan bangsa dengan membumikan ilmu demi kemaslahatan banyak orang,” kata Gobel.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan buku “B.J. Habibie dalam Kenangan”, kumpulan tulisan dari 44 pegiat IPTEK yang pernah berinteraksi langsung dengan Habibie. Para penulis terdiri atas tokoh senior, sahabat, rekan kerja, dan staf almarhum.

Tulisan-tulisan dalam buku ini tidak hanya mengulas perkembangan IPTEK pada masa kepemimpinan Habibie, tetapi juga menghadirkan sisi humanis dan pengalaman personal para penulis bersama sosok yang dijuluki “Mr. Crack” tersebut.

Salah satu kutipan yang diangkat dalam buku itu adalah pesan Habibie kepada seorang pejabat lembaga IPTEK: “You must be better than me! Negara ini negara Anda, maka berjuanglah untuk kemajuannya, jangan pernah menyerah apa pun hambatan dan penghalangnya.”

Mengenang 1.000 Hari Wafatnya Bapak B.J. Habibie dan peluncuran buku ‘B.J. Habibie dalam Kenangan
Ketua Yayasan SDM Iptek Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro menyerahkan buku B.J. Habibie dalam Kenangan.

Dalam bagian lain, salah satu penulis mengenang perdebatan ilmiah dengan Habibie terkait temuan corrosion and fatigue material pada pesawat CN235. Ia menggambarkan Habibie sebagai sosok terbuka, menghargai perbedaan argumentasi, toleran, dan egaliter.

Kisah-kisah tersebut menjadi pelengkap berbagai biografi tentang B.J. Habibie, sekaligus memperkaya dokumentasi perjalanan IPTEK Indonesia yang belum banyak terungkap ke publik.

Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia dikenal sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 RI.

Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua putra, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

B.J. Habibie wafat pada 11 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 83 tahun. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, berdampingan dengan sang istri tercinta, Ainun Habibie. ***